KKN UNUSA 2023 : Melakukan Berbagai Program Kerja Guna Mengoptimalkan Wisata Waduk Desa Kesamben Wetan

07 Agustus 2023
Operator desa
Dibaca 174 Kali
KKN UNUSA 2023 : Melakukan Berbagai Program Kerja Guna Mengoptimalkan Wisata Waduk Desa Kesamben Wetan

Desa Kesamben Wetan yang bertepatan pada Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, saat ini sedang berbenah dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengembangan potensi wisata yang ada. Desa Kesamben Wetan ini memiliki wisata yang tergolong baru, wisata tersebut adalah waduk yang mana sebelumnya berfungsi untuk memandikan hewan ternak seperti sapi maupun kerbau. Lalu waduk tersebut berubah fungsi dari tempat memandikan hewan ternak menjadi tempat wisata, yang mana desa memiliki wisata waduk sering kali menjadi daya tarik bagi wisatawan. Namun sayangnya, waduk pada Desa Kesamben Wetan kurang menjadi daya tarik bagi wisatawan. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengelolaan waduk dari pihak pemerintahan setempat. Mungkin pemerintahan setempat tidak sedang berfokus dalam pengembangan sektor pariwisata sehingga waduk desa Kesamben Wetan tidak diteruskan.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) melaksanakan aksi penanaman pohon di sekitar Waduk Kesamben Wetan, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik dalam rangka melestarikan lingkungan serta menginisiasi pengembangan wisata di Waduk Kesamben Wetan. 

Ketua Kelompok 06 KKN UNUSA, Rachmatullah Parulian Indrajanu menjelaskan jika kegiatan ini untuk melestarikan lingkungan serta meningkatkan pengembangan wisata di waduk tersebut.

Pada lingkungan sekitar waduk masih kurang adanya penanaman tanaman yang bisa terlihat di beberapa bagian sekitar waduk masih adanya tanah kosong dan kering, sehingga mengalami berbagai dampak buruk yang dapat merugikan manusia. Seperti pencemaran udara, pencemaran air, kondisi lingkungan hidup yang buruk, kekeringan akan semakin terjadi, dan lebih parahnya adalah pemanasan global akan semakin meningkat karena hilangnya tumbuhan yang mampu menyerap karbon dioksida.

Kegiatan dari KKN UNUSA Kelompok 06 ini dengan menanami tumbuhan hias dan sekitarnya dipenuhi oleh rumput dengan jenis gajah mini serta menanami rumput dengan jenis jepang pada bagian tempat duduk.

Tujuan dari dilakukan kegiatan ini guna untuk membantu kualitas dari udara sekitar dan mempercantik waduk agar wisatawan merasa nyaman. Dampak positif yang didapatkan dari kegiatan ini meningkatkan kualitas udara untuk kualitas hidup dan meningkatkan wisatawan yang datang.

“Selain melaksanakan penanaman pohon di sekitar waduk ada juga kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh kelompok kami yaitu revitalisasi sekitar waduk dengan membuat petunjuk arah, membuat poster dan sosialisasi mengenai Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) serta memasarkan pariwisata Waduk Kesamben,” ucap Rachmat.

Mahasiswa KKN UNUSA Kelompok 06 memberikan sosialisasi K3 mengenai alat bantu keselamatan permainan air kepada pengurus atau penjaga wisata waduk. Kegiatan ini dilakukan mengingat banyaknya pengurus atau penjaga kurang menerapkan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) selama melakukan kegiatan di waduk. Hal ini dapat membahayakan keselamatan wisatawan serta lingkungan sekitar waduk.

Tujuan dari dilakukan kegiatan ini guna untuk membantu keselamatan saat wisatawan ingin bermain permainan air yang ada di waduk tersebut. Dampak positif yang didapatkan dari kegiatan ini meningkatkan kepercayaan wisatawan dari permainan air dan merasa aman untuk bermain dengan nyaman.

Sosialisasi dilaksanakan pada hari Kamis (03/08/2023) pagi. Pada sosialisasi ini materi yang disampaikan untuk memberi pengetahuan tentang penting alat bantu keselamatan untuk permainan air  dan cara untuk menggunakannya dari jenis lifebuoy dan life jacket. Selain itu, mahasiswa KKN memberikan APD dasar seperti jaket penolong kepada pengurus atau penjaga waduk yang mengikuti kegiatan sosialisasi.

Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini para pengurus atau penjaga dapat mengimplementasikan K3 ketika beraktivitas di waduk sehingga keamanan dan keselamatan diri maupun lingkungan sekitar dapat terjamin. 

Kegiatan selanjutnya yaitu revitalisasi dengan memasang petunjuk arah. Dalam kegiatan ini KKN UNUSA Kelompok 06 melihat belum adanya petunjuk arah menuju wisata waduk yang mana fungsi dari adanya penunjuk arah bukan hanya menunjukkan jalan, tetapi orang di luar Desa Kesamben Wetan mengetahui adanya wisata tersebut. Setelah survei dan menentukan titik, KKN UNUSA Kelompok 06 ini mendesain dan mencetak penunjuk arah tersebut, setelah itu memasangnya tepat pada titik yang telah ditentukan.

Pembuatan petunjuk arah bertujuan agar wisatawan lokal maupun asing yang berkunjung ke Desa Kesamben Wetan dapat mengetahui jalur-jalur penunjuk arah menuju ke tempat wisata. Penggunaan bahan dasar bambu yang digunakan sebagai bahan pembuatan penunjuk arah. Keberadaan penunjuk arah di desa ini sebelumnya sangat minim sehingga menyebabkan banyak wisatawan kadang kali tersesat.

Kegiatan selanjutnya yaitu melakukan pemasaran pada sosial media yang mana KKN UNUSA Kelompok 06 ini membuat video singkat kegiatan di wisata waduk guna untuk menarik wisatawan untuk berkunjung ke wisata waduk di Desa Kesamben Wetan. “Untuk pemilihan sosial media, kami menggunakan aplikasi TikTok dimana saat ini TikTok adalah sosial media yang paling banyak digunakan oleh masyarakat dan wisatawan untuk mendapatkan informasi mengenai Wisata Waduk Kesamben Wetan yang ada di Kabupaten Gresik,” ucap Rachmat.